WUJUD, ARTI DAN FUNGSI PUNCAK-PUNCAK KEBUDAYAAN LAMA DAN ASLI BAGI MASYARAKAT DAERAH SULAWESI UTARA

Pengarang: 

F.J. SUMANTI, W.H.A. REGAR, M.E. TANGKILISAN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1995/1996

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Utara
Rak: 

WAK-306.4 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
119

Kotamadia Manado sebagai ibukota Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Utara, pada hakekatnya didiami oleh empat suku bangsa yang dominan, yaitu Bolaang Mongondow, Hulontalo (Gorontalo), Sangihe Talaud dan Minahasa (BOHUSAMI) dengan latar belakang masing-masing, ternyata mempunyai beberapa wujud kebudayaan yang sudah memuncak. Masing-masing wujud kebudayaan mempunyai arti dan fungsi tersendiri bagi masyarakat pendukungnya, sehingga mereka sangat membanggakannya. Selain membanggakan puncak-puncak budayanya, masyarakt pendukung pun berupaya membina dan mengembangkannya dengan berbagai bentuk aktivitas sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Mengingat pentingnya kebudayaan nasional sebagai salah satu aspek yang memperkuat ketahanan nasional Indonesia yang dinamis itu, diharapkan pembinaan dan pengembangannya perlu ditingkatkan terus secara berkesinambungan. Dengan demikian, upaya untuk memperkokoh jatidiri dan kepribadian bangsa Indonesia semakin meningkat pula, sehingga tidak mudah tergoyahkan oleh pengaruh budaya yang bersifat kedaerahan dengan pandangan sempitnya serta budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia di era globalisasi dewasa ini.