WAYANG TIMPLONG BENTUK PERTUNJUKAN DAN PELESTARIAN

Pengarang: 

SRI RETNA ASTUTI DAN YUSTINA HASTRINI N

Penerbit: 

BPNB D.I YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

RKE-791.5 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-92-1

Jumlah Halaman: 
106

Wayang timplong merupakan salah satu asset budaya Jawa Timur khususnya Kabupaten Nganjuk. Wayang jenis ini merupakan seni wayang kayu yang dimungkinkan diilhami oleh wayang klithik yang masih populer di Jawa Timur. Kemunculan wayang timplong ini awalnya diciptakan oleh Mbah Bancol dari Desa Kedungbajul. Karena bunyi gamelannya dari jauh sudah terdengar suara plong-plong-plong, maka disebutlah dengan sebutan wayang timplong. Bentuk pertunjukannya tidak memakai kelir, sehingga penonton bisa langsung melihat wajah dalangnya. Dan iringan musiknya pun sangat sederhana yang hanya menggunakan gambang, kendang, kenong dan gong kecil (suwukan). Fungsi dari wayang timplong pada mulanya untuk hiburan dan sekarang berfungsi  untuk acara ritual bersih desa atau sadranan. Pada saat sekarang, kesenian wayang timplong ini sudah sangat terpinggirkan, dikarenakan munculnya kesenian yang lebih modern. Sehingga dalam hal ini sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk dapat melestarikan kesenian wayang timplong ini agar tidak hilang dengan jalan melakukan inovasi dan regenerasi.