WAWACAN JAYALALANA

Pengarang: 

AAM MASDUKI, NANDANG RUSNANDAR, LINA HERLINAWATI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1996/1997

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

NKU - 091 (090 - 099)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
341

Wawacan Jayalalana adalah sebuah karya sastra Sunda klasik yang ditulis dalam bentuk wawacan. Wawacan adalah cerita panjang yang berbentuk dangding (menggunakan aturan pupuh). Pupuh memiliki ikatan berupa guru lagu (ketentuan vokal-vokal pada akhir larik), ikatan berupa guru wilangan (ketentuan jumlah suku kata pada setiap bait atau pedalisan), ikatan berupa guru gatra (ketentuan jumlah larik pada tiap bait atau pada), dan ikatan berupa karakter pupuh. Wawacan Jayalalana mengisahkan Raden jayalalana yang keluar hutan mencari guru ilmu hikmah dan membantu siapapun yang membutuhkan pertolongannya. Selain itu ia pun mendatangi pertapa-pertapa untuk berguru. Dalam cerita Jayalalana, pihak-pihak yang semula ditindas, namun dengan kesabaran, ketabahan, dan perjuangan akhirnya dapat mengangkat dirinya sebagai pihak yang berjaya dan menemukan jati dirinya. Naskah Wawacan Jayalalana bukan hanya sekedar kumpulan tulisan yang tanpa makna, melainkan di dalamnya tersimpan sistem ide atau gagasan-gagasan yang mencerminkan nilai budaya masyarakat sunda, dimana karya sastra ini lahir dan mendapat dukungan. Nilai-nilai luhur inilah yang merupakan kontribusi naskah ini dalam pembangunan, khususnya dibidang kebudayaan.