WAWACAN BANDUNGSARI

Pengarang: 

EDI S. EKADJATI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1985

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

1.4(000-09

WAWACAN BANDUNGSARI


Naskah Wawacan Bandungsari dijumapai di Desa Ciharashas, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada bulan Oktober 1981. Naskah itu menggunakan bahasa Sunda untuk melukiskan ceritanya. Secara keseluruhan bahasa Sunda yang digunakannya dapat dipahami oleh masyarakat Sunda dewasa ini. Jadi, bahasa Sunda yang digunakannya tergolong bahasa Sunda baru. Wawacan Bandungsari disusun dengan maksud, selain untuk melahirkan karya sastra (puisi), menghidupkan kesenian (seni beluk), juga untuk mengagungkan dan menghormati leluhur dan daerah Bandung. Wawacan ini mengandung amanat bahwa suatu cita-cita pasti tercapai betapapun besar rintangannya, asalkan gigih diperjuangkan. Begitu pula, suatu janji itu harus ditepati, betapapun besarnya rintangan untuk mewujudkannya. Cerita dalam wawacan ini mempunyai kecendrungan memuliakan dan mempertinggi derajat kaum wanita. Disamping judul ceritanya diambil dari tokoh utama wanita, yaitu Nyi Bandungsari dan Siti Dewi Bandungsari, juga titik awal dan titik akhir cerita itu bersikap dan bertindak menolong pria, dan sikap dan tindak tokoh utama putri Siti Dewi Bandungsari serta masalah putri itu menjadi faktor yang menentukan jalannya cerita.