UPACARA TRADISIONAL PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH

Pengarang: 

T.A. HASAN HUSIN, M. ISA SULAIMAN, MAHMUD MAIN, MUHAMMAD SAIDI, RAZALI UMAR

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1981/1982

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

UUA - 392.1 (390-399)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
122

Daerah Lhong Cut, Kampuang Pinang, Kampung Kute Robel mengenal beberapa fase perkembangan anak seperti fase dalam kandungan, kelahiran dan bayi, anak – anak, menjelang dewasa dan seterusnya. Tiap – tiap fase ini mereka menyelenggarakan berbagai macam upacara. Pengalihan dari suatu fase kepada fase yang lain, selalu ditandai oleh perkembangan fisik anak dan dilangsungkan upacara. Ketika kelompok masyarakat ini tidak membedakan upacara antara anak laki dan perempuan. Perbedaan hanya tampak pada upacara sunat. Dalam setiap upacara selalu ada nasi ketan kuning, yang menyangkut berbagai makna, sesuai dengan maksud dan tujuan upacara. Sebagai fakta dasar, nasi ketan kuning ini merupakan lambang kemuliaan dan pembuka acara dalam upacara. Kalau nasi ini belum disertai, maka acara selanjutnya akan tertunda.