UPACARA TRADISIONAL PIODALAN ALIT DI SANGGAH / MERAJAN (SUATU KAJIAN NILAI)

Pengarang: 

S. SWARSI

Penerbit: 

BADAN PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2002

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

UUA - 394.2 (390-399)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
87

Upacara piodalan alit merupakan upacara tradisional yang dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali secara rutin di sanggah/merajan/dadia/pura maupun sungsungatan jagat. Penyelenggaran piodalan alit maupun piodalan yang cukup besar, tidak berlangsung karena ada cuntaka (kesebelan). Piodalan alit di Desa Batubalan, penyelenggaraannya cenderung dengan cara gugon tuwon, maka dari itu masih banyak masyarakat/orang tua yang belum mengetahui makna serta arti simbol dari upakara yang dibuat pada piodalan alit tersebut. Piodalan alit yang dilaksanakan oleh masyarakat Batubalan khusus di sanggah/merajan sangat lengkap, yaitu setiap 6 bulan memakai suci kalau di tempat lain 1 tahun sekali baru menggunakan suci.