UPACARA TRADISIONAL DALAM KAITANNYA DENGAN PERISTIWA ALAM DAN KEPERCAYAAN DAERAH KALIMANTAN TENGAH

Pengarang: 

DRS. KIWOK D. RAMPAI, DKK

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1992/1993

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

392 (390-399)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
52

UPACARA TRADISIONAL DALAM KAITANNYA DENGAN PERISTIWA ALAM DAN KEPERCAYAAN DAERAH KALIMANTAN TENGAH

Upacara mangayau danum adalah upacara tradisional yang harus dilaksanakan oleh orang Ngaju sebagai pendukungnya apabila ada di antara keluarga mereka mati tenggelam di dalam air. Maksud penyelenggaraannya untuk menghentikan kemungkinan-kemungkinan di kemudian hari agar tidak terulang lagi. Kejadian-kejadian atau peristiwa yang disebabkan oleh air itu pernah terjadi dan merupakan salah satu bagian dalam riwayat penciptaan alam semesta. Maksud penyelenggaraan upacara adalah untuk menghentikan kecelakaan-kecelakaan serupa yang mungkin terjadi terhadap anggota keluarga yang lain maupun masyarakat umum di kemudian hari. Upacara tradisional adalah perwujudan kegiatan sosial yang melibatkan warga masyarakat pendukungnya dalam usaha bersama mencapai keselamatan. Dengan demikian upacara tradisional merupakan suatu pranata sosial yang tidak tertulis, tetapi wajib dikenal dan dipatuhi setiap warga masyarakat dalam mengatur tingkah lakunya sehingga tidak menyimpang dari adat kebiasaan pergaulan yang berlaku.