UPACARA TABUIK DI PARIAMAN KAJIAN NILAI BUDAYA DAN FUNGSI BAGI MASYARAKAT PENDUKUNGNYA

Pengarang: 

SITA ROHANA

Penerbit: 

BPSNT TANJUNGPINANG

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Riau
Rak: 

4.3(390-39

ISSN/ISBN: 

978-979-1280-29-4

UPACARA TABUIK DI PARIAMAN KAJIAN NILAI BUDAYA DAN FUNGSI BAGI MASYARAKAT PENDUKUNGNYA

Upacara tabuik di Pariaman sampai saat ini masih dilaksanakan seperti apa adanya yaitu pada tanggal 1 – 10 Muharram tiap tahunnya. Pengkisahan peristiwa perang karbela tetap ditampilkan sebagaimana biasanya. Rangkaian demi rangkaian kegiatan terlaksana dengan teratur tanpa ada pengaruh dari unsur lain. Pelaksanaan upacara tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang ada dengan penghayatan dan emosi yang mendalam serta terpelihara dengan baik. Pengaruh pembangunan, modernisasi serta masuknya unsur-unsur budaya luar tampaknya Belem menyebabkan terjadinya pergeseran-pergeseran baik dalam bentuk, isi maupun fungsinya. Nilai budaya yang terkandung dalam upacara tabuik dari dahulu sampai Semarang masih berlaku dalam masyarakat, sekalipun masyarakat sudah mengalami perubahan akibat kemajuan teknologi. Nilai-nilai luhur tersebut masih menjadi pedoman bagi mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Adapun nilai-nilai yang penting dalam rangkaian upacara tabuik seperti berikut : Nilai kearifan, Nilai Sosial, Nilai Seni.