UPACARA PERKAWINAN DI NAGARI SINTUK KECAMATAN SINTUK TOBOH GADANG KABUPATEN PADANG PARIAMAN

Pengarang: 

EFRIANTO

Penerbit: 

BPNB SUMATERA BARAT

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

UUA - 392.5 (390-399)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
15

Daerah Pariaman secara umum dan Nagari Sintuk khususnya merupakan wilayah yang memiliki keunikan tersendiri dalam pelaksanaan upacara perkawinan, dimana seorang mempelai lelaki (marapulai) mesti dijemput secara adat dengan adanya uang jemputan (japuik) dan uang hilang. Adapun tahap-tahap perkawinan di Nagari Sintuk yang dijelaskan disini adalah tahap perkawinan yang ideal dalam aturan adat. Dalam perkawinan ini peranan orang tua, ninik mamak, dan kaum kerabat merupakan tokoh utama yang akan menentukan calon suami atau istri bagi anak dan kemenakan mereka. Adapun tatap-tahap perkawinan tersebut yaitu, Sebelum acara pernikahan. Tahapan-tahapan yang dilakukan sebelum acara pernikahan meliputi Marabah jalan 1 (tahapa pertama yang dilakukan oleh orang tua perempuan yang datang ke rumah orang tua laki-laki); Marabah jalan 2 (tahap kedua yang dilakukan oleh orang tua perempuan yang datang ke rumah orang tua laki-laki); Baundi (salah satu langkah untuk melibatkan orang dalam jumlah yang lebih besar dalam melaksanakan sebuah acara pernikahan; Maantaa Kampi/Manarimo Kampi (rangkaian kegiatan yang melibatkan orang dalam jumlah cukup besar, sebab dalam maantaan kampi biasanya pihak perempuan akan membawa kue dalam jumlah banyak ke rumah pihak laki-laki. Tahap perkawinan selanjutnya yaitu Acara akad nikah dan pesta perkawinan. Adapun tahapan-tahapanyang dilakukan yaitu Manjapuik Marapulai Nikah, Maantan Marapulai Nikah, Acara akad nikah, Malam bainai, Manjampuik marapulai manjalang, Turun Aie, Panggil Bako. Adapun tahapan akhir dari upacara perkawinan di Nagari Sintuk ini yaitu Acara setelah pernikahan yang terdiri dari Manjampuik malam pertamo, Mabunyikan gong, Pai barayo.