UPACARA DAUR HIDUP DI BANGKA

Pengarang: 

DWI SETIATI, DKK

Penerbit: 

BPSNT TANJUNGPINANG

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Kepulauan Bangka Belitung
Rak: 

9.1 (JP)

ISSN/ISBN: 

0853-2923

UPACARA DAUR HIDUP DI BANGKA

 

Tulisan yang terdapat dalam edisi ini memuat hasil penelitian sejarah dan budaya. Tulisan tersebut meliputi: 1) Pakaian Adat Daerah Bungo. Perbedaan pakaian adat khusus pimpinan adat dan pakaian adat biasa terlihat dari pemilihan bahan kain yang lebih bagus dan tebal dengan lacak atau deta yang khusus bukan peci biasa. Pemakaian songket tidak diluar melainkan di balik baju; 2) Pulau Singkep: Masa Penambangan Timah. Pulau Singkep dikenal sebagai pulau penghasil timah dengan reputasi penambangan selama hampir 2 abad (1812-1992). Namun sekitar tahun 1990-an Singkep mengalami masa kemunduran karena tutup PT.Timah dan sekian tahun lamanya Singkep berada pada masa transisi; 3) Upacara Daur Hidup di Bangka. Masyarakat melayu di Kota Pangkalpinang memandang penting penyelenggaraan yang berkaitan dengan daur hidup dalam perjalanan waktu dari masa ke masa yaitu tiga peristiwa penting yang berlangsung dalam kehidupan manusia yaitu, kelahiran, perkawinan dan kematian; 4) Nilai-Nilai yang Terkandung Dalam Hikayat Tumenggung Jaya Raja. Nilai-nilai yang terkandung adalah nilai kemanusiaan atau hak asasi manusia, Nilai keagamaan, nilai hubungan antara pimpinan dan bawahan; 5) Sistem Teknologi Masyarakat Melayu. Sistem teknologi yang dibahas disini berupa teknologi rumah tangga, teknologi mata pencaharian hidup, dan perkembangan teknologi tersebut pada saat ini; 6) Pulau Rupat dan Tokoh Sejarahnya Pada Masa Kerajaan Siak (Abad XVIII-XX). Pulau Ripat yang letaknya berhadapan dengan Dumai pada waktu itu sangat berperan penting untuk melindungi Kerajaan Siak dari serangan musuh, sehingga muncullah beberapa orang tokoh yaitu Datuk Bandar Jamal, Encik Ibrahim, Encik Khamis, Encik Abdullah Saleh, Encik Ali Akbar, Sultan Syarif Kasim II.