UPACARA BEGAWI ANGKON MUAGHI

Pengarang: 

IZZAH ANNISA, LARASPUTRI S

Penerbit: 

DIREKTORAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YME DAN TRADISI

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Lampung
Rak: 

CRA - 398 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-6477-50-7

Jumlah Halaman: 
40

Daerah Lampung memiliki banyak sekali ragam budaya yang unik dan menarik. Salah satunya adalah upacara Begawi Angkon Muaghi . Upacara Begawi Angkon Muaghi merupakan upacara untuk mengangkat orang lain menjadi saudara sekaligus diberi gelar adat. Upacara ini dilakukan oleh suku Lampung Pepadun. Ada beberapa perlengkapan yang dipergunakan dalam upacara ini, meliputi Rato (kereta kencana dengan burung garuda), pepadun (singgasana kayu, tempat duduk raja atau laki-laki yang menjadi pusat acara, missal laki-laki yang akan diberi gelar adat), kuto maro (tempat duduk ratu atau perempuan yang menjadi pusat acara, missal pengantin perempuan), kibau/kerbau (digunakan untuk menjamu para penyimbang atau ketua adat saat bermusyawarah menetapkan tata cara upacara. Dan kibau ini bisa diganti dengan uang sesuai kesepakatan), talo balak (mirip gamelan Jawa), tiga payung agung (merupakan tanda kebesaran raja/ratu. Payung ini terdiri dari tiga warna yang berbeda yaitu  merah, kuning, dan putih, dan masing-masing memiliki kegunaannya), lawang kughi (pintu gerbang), dan kandang raring (lembaran kain putih panjang yang berfungsi untuk membatasi rombongan arakan muaghi saat menuju Balai Kencana Adat). Adapun rangkaian upacara angko muaghi meliputi ngarak, tari pedang atau piccak, mardini, sirih pinang, tari penglaku mudo, tari anak ratu di puccak, tari abung siwo migo, tari muli meghanai, tari turun mandi tari tuho. setelah rangkaian upacara hampir berakhir, selanjutnya adalah pemberian gelar yang dibacakan dihadapan para tamu yang hadir dan dicatat sebagai dokumen adat.