UPACARA BAYI MENCICIP DI ACEH

Pengarang: 

BEBY HARYANTI DEWI, DEBORAH AMADIS MAWA

Penerbit: 

DIREKTORAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YME DAN TRADISI

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

CRA - 398 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-6477-45-3

Jumlah Halaman: 
40

Aceh memiliki ragam budaya unik yang dibalut dengan nilai-nilai keislaman. Salah satunya adalah Peutroen Aneuk dan Peucicap atau Upacara Bayi Mencicip. Peutroen Aneuk adalah upacara turun tanah menurut adat Aceh. Upacara ini biasanya dIlakukan 44 hari setelah bayi lahir. Saat itu, bayi menampakkan kakinya ke bumi untuk pertama kali. Tujuannya untuk memperkenalkan lingkungan kepada bayi. Upacara ini sering dilakukan sekalian dengan akikah, peucicap, potong rambut dan pemberian nama. Peucicap berarti mencicipkan rasa makanan kepada bayi. Ini dilakukan untuk melatih lidah bayi agar bisa membedakan berbagai rasa. Dengan peucicap, si bayi diharapkan memiliki akhlak mulia dan perkataan yang baik. Peucicap dilaksanakan ketika bayi berumur 7 hari ataupun bersamaan dengan peutroen aneuk.