UPACARA BATAGAK KUDO-KUDO

Pengarang: 

ECI FD, PAWON ART STUDIO

Penerbit: 

DIREKTORAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YME DAN TRADISI

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

CRA - 398.24 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-6477-46-0

Jumlah Halaman: 
40

Minangkabau terkenal dengan ragam budayanya yang unik. Salah satunya yaitu bentuk rumah gadangnya yang beratap runcing seperti tanduk kerbau. Ternyata untuk memasang atap rumah atau masjid, ada upacara khususnya. Upacara tersebut dinamakan Batagak Kudo-kudo. Untuk melaksanakan upacara batagak kudo-kudo ini ada beberapa persyaratan yang harus diikuti, persyaratan tersebut meliputi harus membawa pisang lidi satu tandan, carano atau tempat sirih, dua buah kelapa bertunas, daun kelapa muda yang dijalin, payung, serta menggunakan baju adat. Dan masing-masing persyaratan tersebut memiliki simbol atau arti.  Misalnya pisang lidi satu tandan, ini dimaksudkan sebagai simbol persatuan, diharapkan penghuni bangunan nantinya akan tetap bersatu dan kompak. Untuk baju adat sendiri, diharapkan penghuni bangunan memahami adat istiadat. Dalam pelaksanaan upacara adat ini memiliki urutan dan itu dan itu tidak boleh terlewatkan.  Urutan upacara batagak kudo-kudo meliputi musyawarah, mengundang, malam mambungkui, penyambutan tamu, laporan pembangunan, batagak kudo-kudo dan makan bajamba.