UPACARA ADAT MAMAPAS LEWU DI KOTA PALANGKARAYA

Pengarang: 

NENI PUJI NUR RAHMAWATI

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2011

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

4.4(390-39

ISSN/ISBN: 

978-602-8451-51-2

UPACARA ADAT MAMAPAS LEWU DI KOTA PALANGKARAYA

 

Upacara Adat Mamapas Lewu diselenggarakan pada setiap akhir tahun hingga awal tahun di Kota Palangkaraya, bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan Kota Palangkaraya dari pengaruh roh jahat. Acara ini diselenggarakan mulai tanggal 30 Desember hingga tanggal 1 Januari. Pemerintah Kota Palangkaraya telah menjadikan upacara adat Mamapas Lewu sebagai even tahunan yang rutin diadakan setiap tahun. Kegiatan ini merupakan bentuk promosi budaya lokal. Selain itu, upacara adat ini bertujuan untuk mempertahankan kearifan lokal bernuansa religius yang ada sejak zaman nenek moyang Suku Dayak di Kalimantan Tengah. Pelaksanaan upacara adat Mamapas Lewu ini melalui 10 tahap/proses yang dilaksanakan secara urut yaitu Acara Basir Balian Mandurut Sangiang; Acara Basir Balian Manantan Dahiang Baya; Sial Pali Seluruh Kota Palangkaraya; Acara Basir Balian Manantan Dahiang Baya, Sial Pali Seluruh Kota Palangkaraya; Acara Penyembelihan Hewan Kurban; Acara Menurunkan Pinggan Sahur; Acara Pemberian Penginan Sukup Simpan dilanjutkan dengan Pakanan Sahur Lewu; Acara Mimbul Kuluk Metu (Penanaman hewan kurban); Acara Balian Karunya; Acara pabuli Sangiang. Nilai-nilai budaya yang bisa dipetik dari pelaksanaan upacara adat Mamapas Lewu adalah penghormatan terhdap leluhur, gotong royong, ketertiban, kepatuhan, pendidikan dan aset wisata.