UNGKAPAN TRADISIONAL YANG ADA KAITANNYA DENGAN SILA-SILA DALAM PANCASILA PROPINSI DAERAH ISTIMEWA  ACEH

Pengarang: 

ABDULLAH FARIDAN, A. MURAD EM AJIES, BUDIMAN SULAIMAN, SYAMSUAR MARLIAN, SULAIMAN MAJID

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1986/1987

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

UNG - 398 (390-399)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
148

Dari ungkapan yang terkumpul ternyata yang paling banyak kaitannya ialah dengan sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Keadaan ini memberi kesan bahwa hal-hal yang menyangkut tentang kemanusiaan paling banyak mendapat perhatian di dalam masyarakat tradisional. Sila Persatuan Indonesia dan sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mendapat perhatian yang sama. Kaitan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam ungkapan tradisional Aceh dan Jamu (Aneuk Jamee) umumnya hanya dapat dihubungkan dengan butir percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut kemanusiaan yang adil dan beradab. Diduga hal ini terjadi disebabkan panutan orang Aceh pada masa lalu hanya mengenal satu agama, yaitu agama Islam.