UNGKAPAN TRADISIONAL SEBAGAI SUMBER INFORMASI KEBUDAYAAN DAERAH BALI

Pengarang: 

PUTU BUDIASTRA, I GUSTI BAGUS ARTHANEGARA, NENGAH SUDANA, MADE SUPARTHA ENDRA KUSUMA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1984

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

UNG - 398 (390-399)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
221

Ungkapan tradisional yang akan diinventarisasikan dalam penelitian ini merupakan tradisi lisan yang mengandung nilai-nilai sosial budaya dari setiap masyarakat pendukungnya dan mempunyai fungsi baik yang bersifat umum maupun khusus. Kegiatan inventarisasi ini bertujuan untuk membantu usaha pemerintah dalam melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan bangsa sesuai dengan ketetapan yang telah di gariskan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara. Di Bali ungkapan tradisional ini terdapat dalam kesusastraan Bali yang disebut paribasa Bali terdiri dari sesonggan, sesenggakan, peparikan, sloka, wewangsalan, bladbadan, cecangkriman, cecimpedan, raos ngempelin, pepindan dan sesawangan (I Gusti Ketut Ranuh, 1963). Pelaksanaan inventarisasi ungkapan tradisional ini dibatasi pada ungkapan tradisional berupa kalimat sebagai pesan, petuah atau nasihat yang mengandung nilai etik dan moral.