UKURAN, TAKARAN, DAN TIMBANGAN TRADISIONAL MASYARAKAT ACEH

Pengarang: 

RUSDI SUFI, DJUNIAT, ELLY WIDARNI, IRVAN SETIAWAN, IRINI DEWI WANTI

Penerbit: 

BPSNT BANDA ACEH

Tahun Terbit: 

1997

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

TEK - 389.1 (380-389)

ISSN/ISBN: 

979/95312/3/3

Jumlah Halaman: 
97

Salah satu diantara peralatan yang dipergunakan adalah alat ukur, takar dan timbang. Alat yang dipergunakan terdiri dari berbagai macam jenis dan cara pemakaiannya. Bentuk yang ada diantaranya berupa benda yang terbuat dari tempurung kelapa, kayu, pelepah rumbia, rotan, kaca, dan logam. Pada masa kini, meski telah ada peralatan yang lebih modern, masyarakat Aceh di Aceh Besar masih mempergunakan alat ukur, takar dan timbang tradisional. Dalam rumah tangga, misalnya alat yang dipergunakan adalah are, kayee/are trieng, si tumpok, si ikat, blet, seurahi, kay dan raga. Persepsi masyarakat Aceh Besar terhadap beberapa alat ukur, takar dan timbang tradisional adalah positif terutama pada alat tradisional yang menunjukkan segi kepraktisan dan keefesienan tanpa meninggalkan unsur kepastian ukuran, takaran dan timbangannya. Namun ada beberapa yang sudah jarang dipergunakan diantaranya si krunyong, kateing/gateing, cieng.