TRADISI TUMBILOTOHE PADA MASYARAKAT GORONTALO SUATU KAJIAN NILAI

Pengarang: 

SALMIN DJAKARIA, dkk

Penerbit: 

BPSNT MANADO

Tahun Terbit: 

2011

Daerah/Wilayah: 
Gorontalo
Rak: 

4.3(390-39

ISSN/ISBN: 

978-602-9313-01-7

TRADISI TUMBILOTOHE PADA MASYARAKAT GORONTALO SUATU KAJIAN NILAI

Tumbilotohe merupakan tradisi pasang lampu (tohe tutu) pada masyarakat Gorontalo untuk menyambut datangnya malam lailatulqadar pada akhir bulan Ramadhan. Tumbilotohe dengan lampunya yang spesifik (tohe tutu) merupakan perpaduan dari kepercayaan yang masuk pada masyarakat yang ditimbulkan untuk sesuatu kepentingan yaitu kegiatan menyerap ajaran agama Islam dari bangsa pendatang. Pada awalnya Tumbilotohe dilaksanakan dengan peralatan dan bahan yang berasal dari alam yang banyak dijumpai di Gorontalo pada waktu itu. Selain kegiatan pasang lampu Tumbilotohe juga menjadi motivasi untuk melaksanakan kegiatan lain seperti pengajian, ibadah lain bahkan hingga ke kegiatan yang bersifat seni dan budaya. Tumbilotohe mengandung fungsi, nilai dan manfaat bagi masyarakat Gorontalo sebagai pendukungnya. Fungsi Tumbilotohe antara lain sebagai alat pemersatu suku Gorontalo, simbol material penerangan yang bahannya dari alam sekitar, peluang pembuka lapangan kerja, menanamkan rasa cinta tanah air dan lain sebagainya. Sedangkan nilai yang terkandung didalamnya antara lain relegius, sosial, gotong royong, kebersamaan, seni, disiplin, kearifan lokal, sejarah. Sedangkan manfaatnya diantaranya menambah penghasilan masyarakat, membuka lapangan kerja.