TRADISI NTUMBU DI DESA NTORI KECAMATAN WAWO KABUPATEN BIMA

Pengarang: 

I WAYAN SUDARMA, I MADE SUMARJA, MADE AYU DIAH INDIRA VIRGIASTUTI, DYAH CHRI EKASMARA

Penerbit: 

BPNB BALI

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Nusa Tenggara Barat
Rak: 

PRA - 793.4 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-267-1

Jumlah Halaman: 
150

Tradisi Ntumbu merupakan tradisi unik yang tidak ada di daerah lain terutama di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, bahkan di Indonesia. Tradisi ini yang berarti adu kepala merupakan permainan rakyat yang diwariskan oleh  nenek moyang masyarakat Desa Ntori dan dapat dipertahankan kelestariannya sampai sekarang . Tradisi Ntumbu hanya dapat dilakukan oleh satu keturunan masyarakat dari Desa Ntori saja. Tradisi ini merupakan suatu permainan ketangkasan yang mirip dengan silat namun sebelum atraksi dilaksanakan, diawali dengan ritual terlebih dahulu yaitu berupa pemberian air yang sudah dibaca mantera oleh seorang ketua kepada para pemain yang akan melakukan atraksi tersebut. Tradisi Ntumbu ini mengandung nilai-nilai filosofis seperti nilai religius, kebersamaan, nilai patriotik, nilai estetika, kreatif dan nilai ekonomi. Nilai-nilai tersebut terbungkus dalam sebuah tradisi yang bernama Ntumbu. Ketika dicermati, ternyata tradisi ini memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi dari berbagai sisi. Misal saja, sehari sebelum atraksi tradisi Ntumbu dimulai sanggar ini melaksanakan ritual sakral yang berkaitan dengan keselamatan bagi para pemain, pengiring, alat musik, dan masyarakat penonton atraksi tersebut. Ini menandakan bahwa, masyarakat setempat telah menjalankan kehidupannya ats dasar keyakinan terhadap adanya Tuhan YME. Dalam permainan ini, para pemeran dari tradisi ini selalu mengutamakan keselamatan dengan seadil-adilnya, tanpa mengesampingkan atau mengabaikan ketentuan yang ada menjadi kesepakatan dari sanggar bersangkutan. Hal ini mengindikasikan adanya implementasi sila kedua dari Pancasila yang berhubungan dengan perilaku para pemain tradisi Ntumbu.