TRADISI LISAN NATONI DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA, NUSA TENGGARA TIMUR

Pengarang: 

I GUSTI NGURAH JAYANTI, I MADE SATYANANDA, I MADE SUARSANA

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

TDK - 392 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-269-5

Jumlah Halaman: 
102

Tradisi natoni pada masyarakat Timor Tengah Utara, khususnya di Kecamatan Insana Tengah, masih memegang tradisi natoni dengan baik. Natoni artinya berbicara, selain itu dapat juga diartikan sebagai pidato singkat yang disampaikan dalam acara-acara adat menurut situasi tertentu. Bentuk-bentuk natoni memiliki keragaman dan tingkat kesulitan yang berbeda, hal ini sangat tergantung dari situasi dan tempat dimana natoni tersebut dilakukan. Dalam tradisi natoni ada pesan-pesan moral yang ingin disampaikan oleh seorang natonis atau seorang penutur adat kepada masyarakat pendukungnya yang materinya disesuaikan dengan acaranya, seperti acara/upacara perkawinan, kematian, bangun rumah, kelahiran anak, buka kebun, dan sebagainya. Natoni dilakukan oleh laki-laki dan bisa diserahkan/diberikan kepada orang/marga/suku yang ditunjuk dan dipercaya. Dalam kegiatan besar yang terkait dengan kegiatan adat, natoni disampaikan oleh pemuka adat atau yaitu pejabat yang dekat dengan kedudukan raja  secara simbol dalam penyampaian dan membuka acara tersebut. Selain untuk adat, tradisi ini juga dipergunakan untuk penyambutan tokoh penting dari kedinasan juga digunakan untuk peresmian berbagai hal yang secara formal. Namun natoni yang dipergunakan tentu saja berhubungan dengan tema perayaan yang diusungnya. Ada beberapa makna yang dapat diungkapkan dalam tradisi natoni tersebut. Beberapa makna tersebut diantaranya makna; makna budaya; makna komunikasi. Tradisi natoni sesungguhnya memberikan manfaat yang sangat baik terutama dalam membentuk jati diri dan karakter. Ini dikarenakan sebagian besar isi dari natoni adalah tutur atau nasehat-nasehat yang bijak untuk dapat ditauladani oleh masyarakatnya.