TRADISI HAUL SYEKH MAULANA IBRAHIM ASMOROQONDI DI TUBAN

Pengarang: 

SITI MUNAWAROH, TUGAS TRI WAHYONO

Penerbit: 

BPNB D.I. YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2021

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

TDK - 394.2 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-623-7654-09-4

Jumlah Halaman: 
98

Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi merupakan satu dari sekian tradisi yang masih terus dilakukan oleh masyarakat secara turun-temurun dan telah mendapat pengakuan dari masyarakat serta pemerintah setempat. Bagi masyarakat Tuban pada umumnya, tradisi Haul ini merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu. Ini dikarenakan masyarakat mempercayai dan menyakini dengan adanya tradisi memiliki pengaruh besar dalam kehidupan, masyarakat semakin tenang, tenteram dan berkah. Tradisi haul ini memiliki fungsi, makna, dan nilai. Jadi oleh karena itu haul tetap dilakukan masyarakat secara turun-temurun, karena haul selain merupakan suatu kewajiban juga memiliki banyak manfaat. Tradisi Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi ini selain berfungsi sebagai sarana bentuk kebaktian kepada Tuhan, juga sebagai integritas sosial (kekompakan sosial). Demi kelancaran dan sebagai bentuk pelestarian budaya dan hiburan terhadap tradisi haul ini, masyarakat berbondong-bondong mengeluarkan sedekah dari sebagian rezekinya. Pelaksanaan haul juga merupakan tempat mencari kesenangan, melalui pawai tangaruf atau arak-arakan yang banyak kesenian-kesenian yang meramaikan, dan pedagang dadakan bermunculan. Inti acara haul adalah dzikir/tahlil, ceramah/pengajian, doa dan sedekah. Adapun nilai-nilai yang terkandung dari tradisi Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi ini seperti nilai pendidikan ketuhanan, pendidikan sosial kemasyarakatan, dan pendidikan nilai budi pekerti.