TRADISI BAREMPUK DI DESA KAKIANG KECAMATAN MOYO HILIR KABUPATEN SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT

Pengarang: 

I MADE PURNA, NURYAHMAN, I PUTU PUTRA KUSUMA YUDHA

Penerbit: 

BPNB BALI

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Nusa Tenggara Barat
Rak: 

PRA - 793.4 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-275-6

Jumlah Halaman: 
166

Barempuk  atau yang juga dikenal dengan Beranak dan Bawi ini merupakan permainan tradisional rakyat etnis Samawa di Pulau Sumbawa. Permainan tradisional ini artinya saling rempuk atau saling memukul yang dilakukan oleh dua orang laki-laki berumur antara 17-35 tahun dengan memiliki ukuran tubuh harus seimbang. Masing-masing pemain harus mengepalkan tangkai bulir padi atau jerami yang telah dipotong. Permainan yang dilakukan dalam suasana gembira, dewasa ini sudah jarang sekali dilakukan dikarenakan keterbatasan bahan permainan berupa padi tradisional yang sudah digantikan dengan jenis padi varietas unggul sejak tahun 1970an. Lokasi permainan ini mengambil tempat di tengah sawah pada saat musim panen tiba. Permainan Barempuk digelar menjelang panen berakhir dan dimainkan sampai pukul 16.00 serta ditonton oleh para petani. Melalui permainan tradisional ini petani dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi panen padi mengekspresikan rasa syukur atas hasil panen, merasakan suasana kebersamaan, media membentuk karakter keberanian, ketangkasan dan ketangguhan serta sebagai permainan tradisional yang memanfaatkan materi lokal sebagai alat bantunya. Kandungan nilai budaya dalam Barempuk ini diantaranya nilai spiritual, nilai solidaritas, membangkitkan jiwa ksatria para lelaki untuk mendapatkan pasangan hidup dan juga nilai kejujuran dan sportifitas.