TORTOR SOMBAH (TARIAN DARI TANAH SIMALUNGUN)

Pengarang: 

HARVINA

Penerbit: 

BPNB ACEH

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

RKE-793.3 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-78-0

Jumlah Halaman: 
18

Tortor telah menjadi identitas diri masyarakat Simalungun, dan akan selalu hadir dalam setiap ritual untuk mengiringi upacara. Tortor bagi masyarakat Simalungun dilambangkan sebagai makna komunikasi yang dikembangkan dari struktur makna sintaksis dengan semantik dari tradisi budaya yang khusus, ataupun tari yang mengandung makna sebagai simptomasasi dan tindakan simbolik atau gestur simbolik dari perasaan dan pengalaman manusia. Kesakralan tortor sombah yang ditunjukkan melalui gerakan menyembah merupakan lambang bagaimana masyarakat Simalungun begitu menghormati sesama manusia dan Tuhannya. Gerakan menyembah merupakan lambing keikhlasan serta ketulusan hati yang merupakan bagian dari ciri khas masyarakat Simalungun yang menjung tinggi sistem kekerabatan. Selain itu, gerakan menyembah juga merupakan simbol menolak bala dan memohon perlindungan Tuhan. Tortor sombah tidak akan lengkap tanpa iringan ensambel musik gonrang Simalungun, yang terdiri dari gonrang sipitu-pitu, gong, mongmongan, dan sarunei. Dari segi busana, juga mengalami perkembangan. Dahulunya para penari tortor sombah dalam penampilannya sering menggunakan baju tradisional Simalungun, namun saat sekarang sudah menggunakan busana Simalungun yang dimodifikasi atau modern. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tortor terutama tortor sombah dapat dijadikan media simbolik untuk menghormati sesama manusia, alam dan pencipta alam semesta. Kesakralan dari tortor sombah yang telah menjadi identitas etnik Simalungun sudah sepatutnya dijaga dan tetap dilestarikan keberadaannya, apalagi keunikan yang dimiliki oleh tortor sombah ini dapat menjadikannya sebagai bagian dari warisan budaya nasional.