TOPONIM KOTA MALANG

Pengarang: 

ISMAIL LUTFI, REZA HUDIYANTO

Penerbit: 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

SKO – 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-623-7092-23-0

Jumlah Halaman: 
206

Mengungkap toponim Kota Malang berarti mengungkap identitas sejati Kota Malang. Dari perspektif kronologi, tradisi penamaan kampung di Kota Malang tidak banyak mengalami perubahan dengan adanya kolonialisme bangsa barat. Dari perspektif bahasa, pembentukan nama di Kota Malang menunjukkan adanya evolusi bahasa dan terkadang inkonsistensi dalam morfologi bahasa Jawa. Dari perspektif geografis, pembentukan nama seakan memberi informasi tentang karakter wilayah tertentu sebelum terjadinya perubahan ekologi pasca berkembangnya industri perkebunan dan permukiman kota pada awal abad ke 20. Disamping itu, berdasarkan karakter toponim di beberapa wilayah, terutama dekat sungai dapat disimpulkan bahwa beberapa desa lebih banyak menggantungkan pasokan air yang ditampung dalam sebuah kolam (beji). Dari perspektif memori kolektif, terbentuknya nama seakan menunjukkan adanya benda atau struktur tertentu yang menjadi benda penting pada masa lalu, dan pernah terdapat pada atau menempati kawasan tersebut. Dari perspektif cerita rakyat, asal mula sebuah nama sering dikaitkan dengan bagian penting dari sebuah episode cerita pertempuran, atau perjalanan tokoh penting dalam sejarah. Dalam beberapa kasus di Kota Malang, toponim menjadi petunjuk tempat tinggal bupati, persinggahan tokoh legenda dalam sejarah lokal dan peristirahatan terakhir yang menjadi salah satu sumber penamaan sebuah wilayah. Toponim Malang merupakan gambaran aktivitas manusia pada masa Hindu Klasik, masa Islam, dan masa Kolonial. Dan karakteristik itu jarang dijumpai di beberapa kota lain yang pada umumnya lebih didominasi pengaruh politik kerajaan dan kolonialisme yang dominan.