TONDOWONGSO TANDA PERADABAN WANGSA DI JAWA ABAD XI-XIII MASEHI

Pengarang: 

SUGENG RIYANTO

Penerbit: 

BALAI ARKEOLOGI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2016

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

SDP - 930.1 (930-939)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-125-4

Jumlah Halaman: 
228

Dalam kurun waktu setelah itu, sangat mungkin area yang sebagian besar sudah tertimbun tersebut menjadi hunian lagi atau setidaknya dimanfaatkan lagi, sebelum terjadi letusan dahsyat Gunung Kelud berikutnya pada tahun 1586 M dan seterusnya secara berselang-seling. Penderitaan kompleks bangunan suci Tondowongso yang dipicu oleh bencana politik dan dieksekusi oleh bencana alam rupanya tidak berhenti sampai di situ, ada bonus yang menjadikannya semakin porak poranda. Bonus tersebut adalah dinamika perkebunan tebu dengan pembelokan aliran sungai hingga menembus situs, permukiman baru yang terus tumbuh, penggalian tanah oleh warga tahun 1950-an, dan penambangan untuk tanah urug tahun 2006/2007 maupun tahun 2012. Beruntung, di balik itu semua ada momentum penting untuk mengurangi penderitaan Situs Tondowongso yang merupakan tanda peradaban wangsa Isana di Jawa dan sebagai buah karya leluhur yang semestinya kita warisi. Banyak sekali aspek-aspek peradaban yang belum terungkap dan terkait dengan keberadaan kompleks bangunan suci Tondowongso sebagai lingkungan keagamaan abad XI-XIII M. Aspek-aspek tersebut antara lain meliputi kronologi yang lebih rinci termasuk awal pembangunan dan pengembangan bangunan hingga kerusakan, dinamika permukiman keagamaan dalam hiruk-pikuk politik dan ekonomi, potensi dukungan dan potensi ancaman alami seperti gunung api dan aliran-aliran sungai, serta gejala-gejala perubahan kepercayaan dan orientasi keagamaan yang berakar pada masa sebelumnya dan masih tampak pada masa sesudahnya.