TOLERANSI DAN KERUKUNAN ANTARUMAT BERAGAMA DALAM KELUARGA : STUDI KASUS DI DESA BALUN, KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR

Pengarang: 

SUKARI, NOOR SULISTYO BUDI, Th.ESTI WURYANSARI

Penerbit: 

BPNB D.I YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

AGA-291.1 (290-299)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-83-9

Jumlah Halaman: 
112

Desa Balun yang dikenal dengan sebutan “Desa Pancasila” merupakan satu diantara desa yang termasuk wilayah Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur. Desa Balun yang penduduknya terdiri dari tiga agama yaitu Islam, Kristen dan Hindu, baik dalam keluarga maupun masyarakat dalam kehidupannya terjalin dengan baik. Walaupun berbeda agama, tetapi mereka dapat hidup rukun dan penuh toleransi. Bentuk kerukunan baik dalam keluarga dapat kita lihat ketika dalam suatu keluarga anggotanya terdiri dari agama yang berbeda. Sikap toleransi tersebut diperoleh dari warisan orang tua mereka yang telah mengajarkan bagaimana mereka harus bersikap kepada sesamanya tanpa memandang latar belakang agama maupun status sosialnya. Sikap ini terbawa dan mereka terapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari sehingga dalam satu keluarga terdiri dari beda agama tidak menjadi masalah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan toleransi di Desa Balun dapat terjalin dengan baik diantaranya mereka telah mendapat pesan dari orang tua dan leluhur agar membiasakan diri bertegur sapa kepada saudara, memiliki semboyan kerja keras,   masyarakat asli Balun masih banyak yang saling terkait dengan ikatan kekerabatan satu sama lainnya. Untuk menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama agar berjalan dengan baik dan bisa berlangsung terus, ada 3 hal yang utama yaitu kultur yang sejak lama nenek moyang mengajarkan pentingnya kerukunan, peran tokoh agama dan peran pemerintah desa yang selalu mengingatkan pentingnya kerukunan dan dan toleransi melalui diadakannya kegiatan dan sebagainya.