TOKOH TIONGHOA & IDENTITAS INDONESIA DARI TJOE BOU SAN SAMPAI YAP THIAM HIEN

Pengarang: 

LEO SURYADINATA

Penerbit: 

KOMUNITAS BAMBU

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

BSL - 920.71 (920-929)

ISSN/ISBN: 

979-3731-75-3

Jumlah Halaman: 
175

Delapan tokoh Tionghoa yang tercantum didalam buku ini ditulis diantara tahun 1983-1989. Delapan tokoh ini terbagi atas tokoh sebelum dan sesudah perang. Tokoh-tokoh yang aktif sebelum perang termasuk Tjoe Boe San, nasionalis Tionghoa dan redaktur harian Sin Po yang pernah mengadakan kampanye memberantas Undang-Undang Belanda; Kwee Hing Tjiat, seorang nasionalis Tionghoa yang kemudian menjadi penganjur pembauran total; Kwee Tek Hoay, seorang pengarang, penganjur Tridharma serta penulis masalah masyarakat dan novel yang ingin tetap mempertahankan identitas peranakannya; serta Kwee Kek Beng, nasionalis Tionghoa yang menghadapi dilema dalam zaman pancaroba. Walaupun Kwee Kek Beng juga masih agak aktif setelah Indonesia merdeka, tetapi jangka waktunya pendek. Sedangkan tokoh-tokoh setelah perang, termasuk P.K. Ojong, wartawan kawakan yang juga penganjur asimilasi, yang kemudian mendirikan harian Kompas; Abdul Karim Oey Tjeng Hien, Tokoh Islam Tionghoa yang giat berdakwah di kalangan Tionghoa, yang dekat dengan Hamka dan Sukarno. Yap Thiam Hien, advokat yang gigih membela hak asasi manusia dan tokoh Kristen yang kontroversial, yang tidak setuju dengan P.K. Ojong.