TITIK TEMU : BENCANA KEBAKARAN DAN RESPONS KEMANUSIAAN  CATATAN PERJALANAN TIM REKAM PROSES REVITALISASI KAMPUNG ADAT GURUSINA KABUPATEN NGADA, NUSA TENGGARA TIMUR

Pengarang: 

BONDAN PETRA DIPONEGORO, DIAN AJENG PANGESTU, DAN MUTIA AMELIA FEBRIANA

Penerbit: 

DIREKTORAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DAN MASYARAKAT ADAT

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Nusa Tenggara Timur
Rak: 

SGR - 363.37

ISSN/ISBN: 

978-602-6477-78-1

Jumlah Halaman: 
260

Rumah atau sa’o dalam perspektif orang Ngadha di Kampung Gurusina bukan sekedar tempat berlindung. Konsepsi rumah bagi mereka terkait langsung dengan susunan rumah lain dalam sebuah kampung yang bernama nua. Ada aturan-aturan tertentu yang menunjukkan bagaimana struktur orang Ngadha di Gurusina, yang tergambar dari susunan sa’o dan nua Gurusina. Tidak sembarang orang dapat membangun rumah di dalam perkampungan itu; tidak sembarang rumah dapat didirikan di lokasi tertentu. Semuanya harus ada aturannya. Sa’o dan nua adalah basis dari struktur sosial orang Ngadha. Buku ini menceritakan catatan perjalanan tim rekam proses selama bertugas dalam rentang waktu Agustus-Desember 2019 yang terdiri dari antropolog dan arsitek. Perubahan pola membangun yang terjadi akibat kebakaran dan keterlibatan pemerintah tidak dapat dipungkiri, negosiasi antara ketentuan adat dan peraturan tercermin dinamis dalam catatan perjalanan ini.