TINJAUAN KEMBALI REKONSTRUKSI CANDI BOROBUDUR

Pengarang: 

ISMIJONO, MULYONO, BAMBANG SUMEDI, BAMBANG SISWOYO

Penerbit: 

BALAI KONSERVASI BOROBUDUR

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

MON - 726.1 (720-729)

ISSN/ISBN: 

978-602-17306-2-1

Jumlah Halaman: 
68

Pemugaran I oleh Van Erp ini masih sebatas pada penanganan secara parsial untuk menanggulangi dan mencegah kerusakan yang terus terjadi. Usaha penyelamatan Candi Borobudur dalam periode pemugaran II sudah diupayakan oleh Lembaga Purbakala sejak tahun 1960, ketika Candi Borobudur dinyatakan dalam keadaan darurat. Dari hasil penelusuran secara sistematis terkait dengan mekanisme proses kerusakan yang terus terjadi, dalam pemugaran II telah disimpulkan bahwa faktor utama penyebab kerusakan candi adalah air. Untuk menanggulangi dan mencegah proses kerusakan yang terus terjadi perlu dilakukan langkah-langkah konkret melalui pemugaran total dalam rangka mengembalikan kondisi fisik yang rusak sesuai dengan keaslian bentuk, bahan, pengerjaan, dan tata letaknya. Untuk menanggulangi dan mencegah terulangnya kembali kerusakan yang sama, pada setiap tingkatan dinding candi diperkuat pondasinya menggunakan konstruksi beton.