TEUNGKU FAKINAH PEJUANG DAN ULAMA WANITA ACEH

Pengarang: 

CUT ZAHRINA

Penerbit: 

BPNB ACEH

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

BSL - 920.72 (920-929)

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-90-2

Jumlah Halaman: 
19

Teungku Fakinah merupakan  tokoh pejuang Islam di Aceh. Selain menjadi tokoh pejuang Teungku juga mempunyai multi talent yang di milikinya seperti sosok pejuang, pendidik, pekerja sosial dan penggagas. Pejuang perumpuan ini sangat di kagumi oleh masyarakat Aceh karena multi talent yang ada pada dirinya. Sebelum perang Aceh meletus, Teungku Fakinah sudah mengabdikan dirinya pada ayahnya yang telah di bangun oleh kakeknya. Multi talent yang dimiliki Teungku Fakinah karena merupakan hasil dari didikan orang tuanya, semasa kecil Teungku Fakinah banyak belajar dari ibu dan ayahnya. Teungku Fakinah juga tidak hanya di bekali ilmu agama dan politik, beliau juga di bekali ilmu kerajinan seperti ilmu menjahit, menenun, masak,  dan menyulam yang merupakan hasil dari didikan ibunya. Untuh didikan ayahnya Teungku Fakinah di ajarkan ilmu bahasa Arab, hukum Islam, tasawuf, dan juga sejarah. Di samping itu Teungku Fakinah juga menyempatkan diri untuk belajar ilmu militer guna untuk mempersiapkan jika terjadi perang nantinya. Pada tahun 1873, mulailah terjadi perang antara Aceh dan Belanda  yang dalam hal ini beliau ikut dalam perang tersebut. Pada saat itu, perang terjadi di pantai cermin yang merupakan tempat pertama warga belanda mendarat. Perang ini terus di lakukan oleh Belanda sehingga dalam perang ini banyak sekali menewaskan para prajurit yang di miliki Teungku Fakinah termasuk pula suaminya. Perang ini juga diikuti oleh para wanita lainnya pada saat itu, mulai dari janda dan anak didik yang di miliki oleh beliau. Setelah meninggalnya suami dari Teungku Fakinah, maka masyarakat setempat menjodohkan Teungku Fakinah dengan Teungku Nyak Badai. Alasannya agar dalam peperangan nanti Teungku Fakinah dapat bekerja sama dengan laki-laki. Masyarakat menjodohkan Teungku Fakinah dengan Teungku Nyak Badai karena Teungku Nyak Badai sangat peduli sekali dengan keadaan yang di timpa Aceh, sehingga dalam perang ini Teungku Nyak Badai sering mengadakan musyawarah terhadap warga Aceh pada saat itu. Akhirnya dengan perjodohan ini Teungku Fakinah bersedia untuk menikah dengan Teungku Nyak Badai.