TERNATE SEBAGAI BANDAR DI JALUR SUTRA (KUMPULAN MAKALAH DISKUSI)

Pengarang: 

TIM PENULIS

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 

Tahun Terbit: 

1997

Daerah/Wilayah: 
Maluku Utara
Rak: 

SEK -900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
247

Buku Ternate Sebagai Bandar di Jalur Sutra merupakan kumpulan makalah diskusi yang diadakan di Maluku Utara pada tanggal 24-27 November 1996. Diskusi tersebut membahas kedudukan Ternate dari berbagai aspek sejarahnya. Diantaranya tentang sejarah perkembangan pelabuhan Ternate, ekonomi perdagangan, kemaritiman, proses islamisasi, perkembangan politik dan pemerintahan, tinggalan-tinggalan sejarah, struktur masyarakat dan bahasa dan kemungkinan perkembangannya di masa mendatang. Adapun makalah-makalah yang disajikan dalam buku ini meliputi Persebaran dan Signifikasi Tinggalan Arkeologi di Ternate Maluku Utara oleh Hasan M. Ambary; Jalur Sutra: Integrasi Laut dan Darat dan Ternate Sebagai Bandar di Jalur Sutra oleh R.Z. Leirissa; Struktur Masyarakat Kota Pelabuhan Ternate Abad XIV-XVII oleh Uka Tjandrasmita; Ternate Sekitar Pertengahan Abad XVI : Catatan Antonio Galvano, Kapitan di Ternate (1536-1539) oleh A.B. Lapian; Proses Perluasan Agama Islam di Maluku Utara oleh M. Saleh Putuhena; Masuknya Agama Islam di Ternate Dalam Pandangan Tokoh-tokoh di Ternate : Sebuah Telaah Pemurnian Sejarah Islam di Ternate oleh A. Rahman Marasabesy; Bahasa ternate Dalam Konteks Bahasa-bahasa Austronesia dan Non-Austronesia oleh EKM Masinambow; Perkembangan Penelitian Antropologi Mengenai Maluku Utara oleh Y.W. Ayawaila; Tradisi Lisan Kerajaan Ternate dan Perdagangan Cengkeh oleh H.M Yusuf Abdurrahman; Sejarah Maluku Utara dalam Susastra Modern Indonesia Tentang Novel Sejarah "Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa oleh Kasijanto; Naskah-naskah Kuno Maluku Utara Koleksi Perpustakaan Nasional oleh Titik Pudjiastuti, MA; Ternate Membentuk Wawasan Kebangsaan Terpadu oleh Herry R.D Nachrawi; Filosofi Maluku Utara oleh Mudaffar Syah SE; Ternate Sebagai Daerah Tujuan Wisata Sejarah dan Bahari oleh Djidon Sangowa.