TENUNAN TRADISIONAL SUTRA MANDAR DI SULAWESI BARAT

Pengarang: 

DRS. SHAIFUDDIN BAHRUM, MA, DALIF ANWAR, SS

Penerbit: 

DEPARTEMEN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Barat
Rak: 

RKE - 746.1 (740-749)

ISSN/ISBN: 

978-602-8099-16-5

Jumlah Halaman: 
116

Tenunan tradisional sutra masyarakat Mandar telah berlangsung cukup lama dan telah mengalami pasang surutnya sesuai dengan perkembangan zaman. Hinga saat ini tenunan tradisional tersebut masih dapat ditemukan dalam masyarakat. Benang yang mereka gunakan selain benang yang mereka pintal sendiri, masyarakat Mandar sudah lebih menyukai menggunakan benang import dari India dan Cina. Sarung Mandar yang bercorak kotak dibangun atas garis lurus yang berdiri vertikal dan melintang secara horizontal dan saling berpotongan antara satu dengan yang lainnya. Masyarakat Mandar menyebut bentuk garis yang saling berpotongan itu sebagai pagar. Dalam kehidupan, sarung sutra Mandar yang berbentuk pagar dapat dijadikan penjaga dan pelindung kehormatan bagi pemakainya. Dalam masyarakat Mandar masih terjadi pewarisan keterampilan menenun dari generasi tua ke anak cucu mereka. Keadaan yang demikian membuat tenunan tradisional sutra Mandar ini dapat lestari hingga saat ini.