TEKNOLOGI TRADISIONAL NELAYAN EKSISTENSI ALAT TANGKAP TRADISIONAL PADA MASYARAKAT NELAYAN DESA RAPAMBINOPAKA KONAWE SULAWESI TENGGARA

Pengarang: 

JONI LISUNGAN

Penerbit: 

BPNB MAKASSAR

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Tenggara
Rak: 

TEK (600-699)

ISSN/ISBN: 

978-602-9248-15-9

Jumlah Halaman: 
118

Kebanyakan nelayan di Desa Rapambinopaka adalah nelayan mandiri sekaligus sebagai nelayan pemilik, karena pada dasarnya mereka secara mandiri melakukan kegiatan melaut tanpa harus tergantung secara mutlak dengan pihak lain. Mereka memiliki alat pancing yang digunakan sendiri, alat transportasi untuk melaut berupa bangga-bangga (perahu), katinting (perahu bermesin tempel) atau bodi batang (kapal bermesin diesel), serta kemampuan dan pengetahuan melaut yang baik. Dalam menjalankan aktivitasnya, mereka menggunakan beberapa jenis alat tangkap antara lain sero, bagang apung dan bagang tancap, serta alat pancing yang terdiri dari cili-cili dan kedo-kedo, serta rawe dan rinta yang masing-masing digunakan untuk mencari umpan. Mayoritas nelayan di Rapambinopaka merupakan nelayan pancing. Teknologi alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di daerah ini pada dasarnya tergolong tradisional dan semi tradisional. Beberapa alat tangkap yang masih tradisional adalah sero dan bagang tancap. Kedua jenis alat tangkap ini dibuat dan dimanfaatkan secara sederhana pula. Selain itu ada pula model pemanfaatan alat tangkap yang memadukan dua tipe teknologi, yakni tradisional dan modern. Pada kasus seperti ini, nelayan memanfaatkan material yang sesungguhnya diproduksi secara modern namun diracik dan dibuat menjadi alat pancing tertentu secara sederhana (tradisional), seperti cili-cili, dan kedo-kedo. Demikian pada aspek pemanfaatannya yang juga digunakan secara manual yang juga membutuhkan keahlian tertentu. Nelayan di Rampambinopaka adalah kategori nekayan yang fokus mencari jenis ikan kualitas ekspor. Pendapatan dari melaut disadari oleh nelayan telah memberikan sumbangsih yang sangat besar untuk kelangsungan hidup nelayan itu sendiri dan keluarganya.