TEKNOLOGI PERTANIAN TRADISIONAL SEBAGAI TANGGAPAN AKTIF MASYARAKAT TERHADAP LINGKUNGAN DI CIANJUR

Pengarang: 

RIFAI ABU, WAHYUNINGSIH, H.R. JOHNY SIREGAR, SINDU GALBA, SRIE SAADAH

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1990

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

TEK - 631.3 (630-639)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
243

Masyarakat Cianjur yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani, dengan sendirinya sangat membutuhkan peralatan yang berhubungan dengan pertanian. Peralatan pertanian itu sendiri meliputi alat-alat pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, pemungutan dan pengolahan hasil. Adapun alat-alat pengolahan tanah yang dipakai diantaranya cangkul, waluku/bajak, garu, seredan, parang, dan sebagainya. Teknologi tentang penanaman dan pemeliharaan tanaman khususnya padi dibagi menjadi dua penanaman dan pemeliharaan tanaman di sawah dan penanaman dan pemeliharaan tanaman di ladang. Untuk di sawah petani menggunakan caplak, lalandak, pacul, handsprayer, dan sapu. Sedangakan di ladang petani menggunakan pamarelan, pacul, kored, aseuk, tambang, sapu. Sedangkan teknologi pemungutan dan pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Cianjur sebagaimana tercermin di dua daerah penelitian, nampaknya telah mengalami perubahan-perubahan. Sistem peralatan yang merupakan penyambung keterbatasan kemampuan fisik manusia dalam melakukan kegiatan-kegiatan, mengalami perubahan juga. baik dalam bentuk perkakas maupun bukan perkakas. Perkakas yang digunakan pada jaman dahulu umumnya di semua daerah sama. Misalnya saja dalam pemungutan hasil, di semua daerah menggunakan ani-ani secara merata, demikian pula halnya dengan penggunaan lesung, di samping masing-masing daerah yang meneruskan tradisi lama itu.