TEGAL DALAM LINTASAN SEJARAH

Pengarang: 

S. ILMI ALBILADIYAH, TUGAS TRI WAHYONO, HISBARON MURYANTORO, SUHATNO

Penerbit: 

BPNB YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

SUA - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-42-6

Jumlah Halaman: 
144

Keberadaan Tegal sudah lama dikenal sebagai kota pelabuhan, dan mencuat pada masa Mataram Islam difungsikannya sebagai pelabuhan penting pada masa itu. Selanjutnya tidak hanya Mataram saja yang menggunakannya, namun Belanda juga ikut memanfaatkannya apalagi Tegal mempunyai hasil bumi yang baik. Pada tahun 1942 tegal di bawah pemerintah Tentara Jepang. Dengan penuh harap akan adanya perbaikan, para pemuda menyambut kedatangan bangsa Jepang dengan senang hati. Ternyata harapannya keliru karena perlakuan Jepang tidak lebih baik daripada penjajah sebelumnya. Para pemuda melakukan perlawanan terhadap Jepang dengan sembunyi-sembunyi. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, para pemuda Indonesia berhasil merebut kekuasaan dari tangan Jepang pada tahun 1945. Setelah kemerdekaan, sementara para petinggi beserta jajaran kaitannya dengan penguasa daerah sibuk menata pemerintahan yang baru, di masyarakat terjadi letupan kecil. Rasa tidak puas pemuda memicu gejolak yang kemudian timbul Peristiwa Tiga Daerah (Tegal, Pemalang dan Brebes), yang dipelopori oleh Kutil ingin merebut kekuasaan. Akan tetapi hal itu dapat dipadamkan dan perjuangan tetap berlanjut untuk mempertahankan kemerdekaan. Pada masa ini dikenal dengan masa revolusi dan terjadi perang rakyat semesta termasuk masyarakat Tegal melawan penjajah yang ingin kembali berkuasa di Indonesia. Dengan perjuangan yang berat termasuk mengangkat senjata, dan berbagai jalan keluar baik melalui mediasi, diplomasi politik, akhirnya dilaksanakan juga penyerahan kedaulatan Republik Indonesia pada tahun 1949. Selanjutnya untuk memajukan Indonesia, akhirnya pada tahun 1950 dilakukan pembenahan pemerintah di sana-sini.