TATAKRAMA SUKUBANGSA MINANGKABAU DI NAGARI AIRBANGIS KABUPATEN PASAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT

Pengarang: 

DRS. REFISRUL, DRS. AJISMAN, DRA. ERNATIP, IRIANI, S.Sos

Penerbit: 

BKSNT PADANG

Tahun Terbit: 

2004

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

TKK - 395 (390-399)

ISSN/ISBN: 

979-9388-43-0

Jumlah Halaman: 
120

Tatakrama yang berlaku di Nagari Air Bangis secara umum tidak jauh berbeda dengan tatakrama di nagari lain di Sumatera Barat. Hal ini bisa dimengerti karena orang-orang yang tinggal dalam satu nagari sebahagian besar berlatar belakang budaya Minangkabau dan beragama Islam. Penggunaan tatakrama dalam kerabat maupun diluar kerabat di Nagari Air Bangis pada prinsipnya tidak banyak perbedaan dan masih sesuai dengan adat istiadat Minangkabau. Hal ini disebabkan karena masyarakatnya yang homogen dalam budaya atau kebiasaan sehari-hari, walaupun dari asal usul mereka datang dari daerah yang berbeda. Namun tetap satu budaya, yaitu Minangkabau. Dapat dikatakan bahwa perbedaan penggunaan tatakrama yang ditunjukkan dalam kerabat maupun di luar kerabat (masyarakat) pada masyarakat Nagari Air Bangis atau Minangkabau umumnya masih berlangsung dalam batas-batas wajar dan bisa ditolerir sehingga belum sampai menimbulkan konflik yang berarti. Dengan kata lan masyarakat Nagari Air Bangis dalam berperilaku masih menggunakan tatakrama yang berpedoman kepada adat Minangkabau dan ajaran agama Islam. Kemudian, tatakrama yang berlaku pada masyarakat Minangkabau pada dasarnya masih relevan dengan konteks sekarang ini. Dalam arti dapat dijadikan sebagai pedoman atau filter bagi masyarakat Minangkabau dalam menghadapi perubahan sosial budaya akibat pengaruh zaman yang tidak terelakkan dewasa ini. Adanya upaya pewarisan dan pelestariannya dengan sendirinya merupakan hal yang perlu mendesak diupayakan, agar budaya Minangkabau tetap lestari.