TATAKRAMA SUKUBANGSA MINANGKABAU DI KABUPATEN PESISIR SELATAN PROPINSI SUMATERA BARAT

Pengarang: 

ENY CHRISTYAWATY, S.Si

Penerbit: 

BKSNT PADANG

Tahun Terbit: 

2004

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

4.2(390-39

ISSN/ISBN: 

979-9388-39-2

TATAKRAMA SUKUBANGSA MINANGKABAU DI KABUPATEN PESISIR SELATAN PROPINSI SUMATERA BARAT

Penggunaan dan kelestarian tatakrama di Kabupaten Pesisir Selatan merupakan tanggung jawab setiap warga masyarakat setempat. Artinya penggunaan tata krama dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya tanggung jawab ninik mamak, orang tua dan generasi muda. Budi pekerti yang baik menurut ajaran adat Minangkabau mempunyai empat dimensi dalam pengalamannya yaitu rasa, periksa, malu dan sopan. Pada dasarnya masyarakat Minangkabau khususnya Pesisir Selatan masih memegang teguh tatakrama dalam kehidupan sehari-hari baik dalam keluarga, kerabat dan masyarakat. Pergeseran pola keluarga, dari kerabat menjadi keluarga, juga telah merubah/mempengaruhi penggunaan tatakrama dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penggunaan tatakrama dalam kehidupan sehari-hari sekarang ini sudah banyak terjadi pergeseran/perubahan. Meski demikian dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Pesisir Selatan masih melestarikan dan mengembangkan sikap saling menghormati dan menghargai antar sesama.