TATAKRAMA DI LINGKUNGAN SUKU BANGSA MENTAWAI DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN PROPINSI SUMATERA BARAT

Pengarang: 

DJURIP, S.H

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Tahun Terbit: 

2000

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

4.2(390-39

TATAKRAMA DI LINGKUNGAN SUKU BANGSA MENTAWAI DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN PROPINSI SUMATERA BARAT

Sebagai masyarakat yang dikenal masih lekat terpaut dengan kebiasaan tradisionalnya, dengan sendirinya tatakrama masyarakat dalam kehidupan sehari-hari menampakan tersendiri yang menarik untuk diungkapkan atau dikaji lebih jauh. Kebiasaan tradisional masyarakat Mentawai terutama dalam hal tatakrama sehari-hari salah satunya adalah dalam hal berpakaian dan berdandan yang dapat dikatakan merupakan sesuatu yang membedakannya dengan masyarakat lain di Indonesia. Masyarakat Mentawai tradisional rupanya dalam kehidupannya sehari-hari tidak mengenal budaya bersalaman apabila terjadi pertemuan antara 2 orang yang saling mengenal tetapi mereka hanya akan mengucapkan kata-kata analoita. Penggunaan tatakrama oleh masyarakat Mentawai di lingkungan kerabat dan di luar kerabatnya pada hakekatnya tidak banyak perbedaan. Artinya, tatakrama tersebut berlaku untuk semua anggota masyarakatnya, baik dalam kerabat maupun dalam hal berhubungan dengan orang yang bukan kerabat (masyarakat). Tatakrama yang berlaku didasarkan pada tatakrama yang berlaku di dalam uma.