TARIAN TUMBU TANAH  (TARI TRADISIONAL MASYARAKAT ARFAK DI PEGUNUNGAN ARFAK, PROVINSI PAPUA BARAT)

Pengarang: 

ENRICO Y. KONDOLOGIT DAN ANDI T. SAWAKI

Penerbit: 

BPNB PAPUA

Tahun Terbit: 

2016

Daerah/Wilayah: 
Papua Barat
Rak: 

RKE - 793.3 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-602-6525-10-9

Jumlah Halaman: 
141

Setiap suku bangsa yang ada di tanah Papua memiliki berbagai jenis tari tradisional, mulai tari perang, tari perdamaian, tari pemujaan, tari panen, tari pergaulan dan masih bnayak tari tradisi lainnya. Setiap gerak memiliki makna simbol yang berhubungan dengan sistem religi, lingkungan sosial dan lingkungan alam mereka. Gerak dasar mereka dominan pada gerak kaki dan pinggul sedangkan gerak tangan dan kepala hanya untuk mengimbangi tubuh penari. Tarian tumbu tanah merupakan jenis tarian yang dikenal oleh hampir semua suku yang berada di wilayah kepala burung Papua dan masing-masing suku menyebut tarian ini sesuai dengan bahasanya sendiri-sendiri. Aspek kesenian yang nampak memiliki kesamaan diantara masyarakat Arfak, adalah seni tari, yang secara tradisi telah ada sejak nenek moyang mereka dan diwariskan dari generasi ke generasi hingga sekarang. Terdapat 3 (tiga) ragam jenis tarian tumbu tanah yang dikenal oleh masyarakat Arfak yaitu tarian tumbu tanah kemenangan dalam perang, mencari jodoh dan penyambutan tamu. Sedangkan dari aspek jenis lagu atau syairnya meliputi diun, nihet duwei dan isiap. Gerak dasar tarian ini pada masyarakat Arfak yang telah ada sejak dulu sampai sekarang yaitu melompat-lompat sambil menghentakkan kaki diatas tanah dan bergandeng tanga. Formasi yang digunakan masih sampai sekarang yaitu formasi memanjang dan setengah melingkar dan lingkaran penuh. Tarian tumbu tanah bagi masyarakat Arfak memiliki nilai sosial, ekonomi dan budaya yang sangat tinggi karena berhubungan dengan aspek sejarah asal usul mereka, religi dan unsur budaya lainnya. Selain itu dalam gerak dan formasi tarian ini juga memiliki etika, baik sopan santun, menghormati orang ialin serta pergaulan muda-mudi.