TARI YOSIM PANCAR

Pengarang: 

ENOS H. RUMANSARA, DKK

Penerbit: 

BPNB JAYAPURA-PAPUA

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Papua
Rak: 

RKE - 793.3 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-602-1228-74-6

Jumlah Halaman: 
80

Nama tari Yosim Pancar atau Yospan berasal dari dua jenis tarian yang berbeda yaitu tari yosim dan tari pancar. Tari pancar, yaitu tari yang tercipta karena faktor akulturasi antara budaya asli Biak dengan budaya dari luar Biak yang berawal dari kontak budaya orang Biak dengan dunia luar. Sedangkan tari yosim merupakan gerak tari gembira yang sebenarnya turunan dari Mas Kopra dan Fyer (gerak dasar tari tradisi orang Biak), dan mendapat pengaruh gerak tari gembira dari daerah sarmi yang berkembang menyebar ke bagian barat dan timur pulau Papua. Lima ragam tari dalam tari Yosim Pancar juga memiliki beberapa variasi antara lain gerak seka, gerak pacul tiga, gerak gale-gale, gerak jef, gerak pancar. Tarian ini dilakukan oleh penari pria dan wanita secara bersama-sama. Tari yosim pancar menghendaki penari harus berpasangan (laki-laki dan perempuan) dalam suatu barisan yang merupakan imitasi dari berlayarnya sebuah perahu/kapal. Komposisi tarian ini terdiri dari dua baris bergerak maju membuat suatu lingkaran dan pada moment tertentu barisan membagi dua dengan arah kebelakang (formasi belah rotan). Sedangkan untuk pertunjukan atau pentas seni pada acara tertentu formasi atau komposisi tari dapat ditata sesuai dengan kebutuhan. Tari ini sering digunakan untuk menggantikan posisi tari kankarem, yaitu sering digelar dalam upacara adat/pesta adat seperti perkawinan, cukur rambut, dll. Alat musik yang digunakan pada tari yosim pancar adalah gitar 6 snar, ukulele dan strem bass. Tempat pentas dilapangan terbuka, busana tari bebas dan tata rias bebas. Lagu yang digunakan adalah lagu-lagu rakyat modern yang berbahasa daerah dan bahasa Indonesia Papua.