TARI MAENGKET

Pengarang: 

MAGDALENA J. SUMARAUW, DKK

Penerbit: 

BPNB MANADO

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Tengah
Rak: 

RKE - 793.3 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-602-9374-68-1

Jumlah Halaman: 
29

Maengket adalah suatu tarian yang dilakukan oleh kelompok orang menyanyi sambil menari bahkan saling berpegang tangan dan dipimpin oleh seseorang (kapel) yang akan mengangjat suara/lagu pertama serta tambur sebagai alat pengiringnya. Kegiatan tarian ini berkaitan dengan kegiatan panen padi (maowey/makamberu), selamatan rumah baru (marambak) dan pergaulan muda-mudi (lalaya’an). Menurut sejarah Maengket sudah ada sejak abad ke 7. Secara umum Maengket adalah bagian dari suatu upacara ritual/sakral yang lahir dari suatu tradisi budaya gotong royong masyarakat di Minahasa dalam kegiatan agraris yaitu bercocok tanam. Maengket dikatakan sebagai suatu tari seni pertunjukan baru dikenal awal abad ke-20. Dalam perkembangannya maengket telah beralih fungsi sebagai rekreatif atau tontonan sebagai seni pertunjukan. Alat musik yang digunakan dalam mengiringi tari Maengket umumnya adalah tambor (gendang) dalam ukuran besar dan sedang. Disamping iringan bunyi alat musik, tari Maengket juga diiringi lagu yang dinyanyikan oleh para penari. Adapun syair lagu yang dinyanyikan mengungkapkan syukur dan doa permohonan pertolongan dan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Syairnya mengungkapkan situasi panen padi (makamberu), situasi naik rumah (marambak) dan situasi pergaulan muda-mudi (Lalaya’en).