SUMANG DAN KEMALI

Pengarang: 

SUDIRMAN, ESSI HERMALIZA, HARVINA, KODRAT ADAMI, MUSTAFA

Penerbit: 

BPNB ACEH

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

KEA - 395 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-89-6

Jumlah Halaman: 
97

Sumang dan Kemali adalah merupakan dua kalimat yang mempunyai arti yang berbeda. Adapaun Sumang merupakan satu kalimat yang memiliki arti tidak hanya satu sehingga untuk mendefinisikan secara permanen belum bisa terlaksakan, namun walaupun mempunyai banyak makna akan tetapi makna dan tujuannya tidak jauh beda. Secara bahasa Sumang memiliki makna tidak seirama, tidak cocok, tidak serasi dll. Akibat dari timbulnya Sumang ini banyak sekali menimbulkan konflik, diantaranya merusak nama baik dan merusak kehormatan yang ada di masyarakat setempat. Pengertian secara luas menurut Muhammad Ibrahim dan AR. Hakim Aman Pinan sumang yaitu perbuatan atau tingkah laku yang melanggar nilai nilai norma agama Islam. Sumang juga lebih cenderung kepada perbuatan dosa bagi orang yang melakukannya juga merusak moralitas atau perbuatan manusia sehingga Sumang dianggap tidak terpuji. Dari pengertian Sumang di atas, bahwasanya Sumang dapat merusak moral manusia. Selain itu juga Sumang mengandung aturan yang mengatur tentang tata cara berintraksi dengan sesama. Ada empat jenis Sumang yang dapat merusak moral manusia, yaitu  1. Sumang perceraken, yaitu cara, tempat dan materi pembicaraan yang tidak pantas di ucapkan, misal, nada bicara, lawan bicara dan materi bicara.

2. Sumang kenunulen yaitu segala bentuk penyimpangan atau pelanggaran adat yang dilakukan oleh seseorang ketika duduk,misal,cara duduk, tempat duduk dan lawan duduk.

3. Sumang pelangkahen yaitu hal-hal yang tabu di lakukan dalam perjalanan. Perjalan tabu yang di maksud adalah perjalanan yang mengandung kemaksiatan, misal, cara berjalan, dan waktu berjalan. 4. Sunan penengonan yaitu melihat sesuatu yang tidak baik, baik yang melihat atau objek yang di lihat, misal, seorang laki-laki melihat perempuan yang dengan di sengaja yang bukan mahramnya.

Kemali merupakan suatu tindakan atau perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Pada dasarnya Kemali merupakan perbuatan yang di larang tetapi masyarakat tidak tahu tentang apa yang di larang tersebut, sehingga dapat mugikan orang lain dan diri sendiri. Ada empat jenis kemali yang dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain. 1. Kemali pelangkahen yaitu segala bentuk sikap atau tingkah laku yang kurang baik di lakukan oleh seseorang ketika dalam perjalanan. Contoh, meniru cara berjalannya orang yang cacat. 2. Kemali perceraken yaitu segala sikap dan tingkah laku yang tidak pantas dan tidak baik dilakukan oleh seseorang dalam berbicara, contoh mencela, menghina, membicarakan kejelekan, perbuatan seperti ini dapat merusak hubungan peraudaraan. 3. Kemali penengonan yaitu segala sesuatu yang kurang baik di lihat, contoh, ibu hamil dengan sengaja melihat anak cacat. 4. Kemali menunulen yaitu sikap dan tingkah laku yang menurut adat kurang baik dilakukan pada saat duduk, contoh siswa duduk di kursi gurunya. Duduk di atas kuburan juga merupakan perbuatan kemalikenunulen.

Dilihat dari segi fungsinya sumang dan kemali merupakan perbuatan yang tidak pantas kita tiru dan kita pelajari. Pola pendidikan Sumang dan Kemali merupakan pendidikan masyarakat dalam bentuk kontrol individu dan kelompok untuk membimbing masyarakat dalam menjalankan kehidupan yang beradab.Larangan melakukan Sumang dan Kemali juga di maksudkan untuk membina dan memelihara akhlak yang mulia serta memperkecil kemaksiatan dalam rangka menjauhi larangan agama dan budaya. Sumang dan Kemali merupakan bagian dari nilai agama dan budaya yang diadopsi masyarakat sebagai acuan berprilaku yang dikemas dalam adat istiadat atau hukum adat.