SUKARNO DAN MODERNISME ISLAM

Pengarang: 

M. RIDWA LUBIS

Penerbit: 

KOMUNITAS BAMBU

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

BSL - 922 (920-929)

ISSN/ISBN: 

979-3731-83-4

Jumlah Halaman: 
341

Pemikiran Sukarno tentang Islam adalah pola pemikiran rasional yang didasari keyakinan yang sungguh-sungguh kepada Allah. Menurut Sukarno, Islam adalah pedoman tertinggi yang pernah dimiliki oleh umat manusia untuk membimbing mereka menelusuri perjalanan hidup dari dunia sampai akhirat. Islam dalam pemahaman Sukarno bersifat dinamis yaitu terus berkembang untuk dapat mneyesuaikan diri denga perkembangan modern. Bagi Sukarno tidak tepat mempertentangkan Islam dengan perkembangan peradaban modern, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan. Sukarno selalu ingin mencari persesuaian antara Islam dengan perkembangan modern. Atas dasar itu, Sukarno kurang puas dengan pola berpikir kaum pembaru maupun pesantren di Indonesia karena kedua kelompok itu menurut dia sama-sama tradisional cara berpikirnya. Ini berarti cara berpikir dua kelompok ini belum dapat menjawab tantangan zaman yang akan selalu dihadapi umat Islam dalam berbagai ragam kehidupannya. Pemikiran Sukarno tentang Islam, saling berkaitan dengan pemikirannya dalam bidang politik. Apabila ia berbicara tentang Islam, maka pada saat yang sama telah tercakup pandangan politiknya dan demikian pula sebaliknya.