STUDI PERTUMBUHAN DAN PEMUDARAN KOTA PELABUHAN: KASUS BARUS DAN SIBOLGA

Pengarang: 

DRA. MC. SUPRAPTI, SUHARDI BSc, WISNU SUBAGYO,BA, DRA. ZURAIDA TANJUNG

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1994/1995

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
101

Barus dan Sibolga adalah dua kota pelabuhan yang terpisah sejauh 67 km, tetapi sama menghadap Samudera Hindia di Pantai daerah Tapanuli, bagian barat Sumatera Utara. Sebagai kota pelabuhan, Barus lebih dulu muncul daripada Sibolga, dan mencapai kejayaannya pada abad XVI. Bersamaan dengan pertumbuhan Barus sebagai kota pelabuhan dagang terjadi pula interaksi antarsuku bangsa Indonesia, dan antarsuku bangsa Indonesia dengan bangsa asing. Bersamaan dengan pertumbuhan Sibolga sebagai pelabuhan dagang dan pusat pemerintahan lokal (Keresidenan Tapanuli), interaksi antarsuku Bangsa Indonesia dan terserapnya sebagian penduduk Barus dan pesisir lainnya menghasilkan orang pesisir juga. Perkembangan Sibolga makin pesat setelah pembukaan jaringan jalan darat ke pedalaman, sedangkan Barus relatif makin terpencil dari daerah belakangnya sendiri. Berbagai ketetapan politis dan ekonomis kembali menumbuhkan Sibolga sebagai kota pelabuhan dibanding dengan Barus. Malahan, Barus menjadi bagian wilayah pengaruh Sibolga.