STRATEGI MENCIPTAKAN PEMBAURAN PADA MASYARAKAT MULTIETNIK DI PERUMNAS KENTEN PALEMBANG

Pengarang: 

Y. SIGIT WIDIYANTO

Penerbit: 

DIREKTORAT SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PROYEK PE

Tahun Terbit: 

2000

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Selatan
Rak: 

2.2(300-31

STRATEGI MENCIPTAKAN PEMBAURAN PADA MASYARAKAT MULTIETNIK DI PERUMNAS KENTEN PALEMBANG

Pemukiman Perumnas Kenten merupakan pemukiman dengan jumlah warga yang cukup besar serta terdiri dari beragam etnis. Etnis-etnis seperti Jawa, Batak, Bali, Minang, Sunda, Palembang ada di pemukiman tersebut. Namun demikian etnis Palembang merupakan etnis yang dominan di daerah tersebut. Dengan adanya etnis yang mayoritas tersebut maka budaya Palembang merupakan budaya dominan. Dengan adanya budaya dominan ternyata telah menjembatani berbagai problem yang ada di perumnas Kenten. Oleh karena itu benturan budaya dapat diselesaikan dengan baik, seperti adanya orang Jawa yang dianggap terlalu lembut, etnis Batak yang keras ternyata mampu dijembatani melalui budaya dominan tersebut. Masing-masing etnis secara tidak sadar sepakat menggunakan budaya Palembang untuk mencapai kesepakatan budaya diantara mereka. Simbol-simbol komunikasi di Pemukiman Perumnas Kenten telah saling dipahami sehingga hubungan diantara warga menjadi selaras. Sehingga pesan-pesan budaya antar etnik dapat ditangkap dengan baik. Adanya penerimaan simbol-simbol tersebut telah menyebabkan munculnya suatu pemahaman yang sama sehingga mengurangi terjadinya perbedaan persepsi budaya. Masyarakat Pemukiman Perumnas Kenten mempunyai kekuatan untuk berbaur dengan baik. Mereka dapat dipersatukan baik dalam kegiatan kebersamaan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Adanya konflik-konflik kecil di masyarakat bukan dikarenakan oleh perbedaan status ekonomi warga pemukiman tersebut.