STRATEGI ADAPTASI PENGUNGSI KERUSUHAN SAMBAS DI RELOKASI DESA TEBANG KACANG, KECAMATAN SUNGAI RAYA,,

Pengarang: 

LISYAWATI NURCAHYANI

Penerbit: 

PROGRAM STRATA-2 ILMU-ILMU SOSIAL UNIVERSITAS TANJ

Tahun Terbit: 

2003

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L8.3(PRSTW

STRATEGI ADAPTASI PENGUNGSI KERUSUHAN SAMBAS DI RELOKASI DESA TEBANG KACANG, KECAMATAN SUNGAI RAYA, KABUPATEN PONTIANAK (KASUS PADA SATUAN PEMUKIMAN 1 DAN 2, RELOKASI TEBANG KACANG)

Salah satu pertikaian yang sampai sekarang masih perlu mendapat perhatian adalah kerusuhan antara Melayu Sambas dan Madura Sambas. Upaya untuk mengembalikan para pengungsi kelompok etnis Madura Sambas ke daerah asal maish belum dapat dilakukan, maka salah satu alternatif yang dianggap baik untuk dilakukan adalah melaksanakan program relokasi. Pilihan tempat relokasi pertama adalah di wilayah Desa Tebang kacang, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Pontianak. Beberapa faktor yang menjadi alasan strategi adaptasi yang dilaksanakan penduduk pengungsi dengan lingkungan alam berjalan dengan baik dan lancar adalah : Para pengungsi sudah memiliki pengalaman dalam mengolah lahan pertanian,Budaya etos kerja madura sangat mendukung proses adaptasi, Para pengungsi mengolah lahan pertanian dengan cara intensifikais dan sistem pertanian terpadu yang melibatkan PPL dalam pembinaan dan penyuluhan pertanian, Para pengungsi diberikan bantuan prasarana dan sarana pertanian seperti bibit, pupuk, pestisidan dan saluran pengairan/irigasi. Pemuka masyarakat memiliki peran yang cukup efektif dalam mensukseskan terlaksananya proses adaptasi penduduk pengungsi dengan penduduk asal melalui berbagai aktivitas dan kegiatan pertemuan yang melibatkan kedua belah pihak sehingga menimbulkan keterikatan dan kedekatan hubungan sosial dan terciptanya proses interaksi sosial.