SONGKET PALEMBANG

Pengarang: 

ERNATIP

Penerbit: 

DEPARTEMEN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Selatan
Rak: 

RKE - 746.1 (740-749)

ISSN/ISBN: 

978-602-9052-06-0

Jumlah Halaman: 
114

Tenun tradisional yang cukup produktif saat ini adalah jenis songket. Proses pembuatan kain tenun itu masih dilakukan secara tradisional, dengan menggunakan peralatan yang sederhana yakni alat tenun gedokan. Kain songket Palembang, semenjak dihapusnya Kesultanan Palembang Darussalam sekitar tahun 1825, telah dapat keluar dari tembok istana. Begitu juga dengan kepandaian menenun hanya diajarkan di lingkungan istana, sedangkan diluar istana sangat dibatasi. Menurut adat Palembang, penggunaan kain tenun songket masih menjadi busana adat dan perlengkapan mas kawin masyarakat Palembang hingga kini. Motif khusus yang dipakai dalam upacara adat tetap dilestarikan, meskipun kini motif baru banyak bermunculan. Motif khusus yang menjadi identitas masyarakat Palembang, seperti motif naga basaung, bungo intan, jando bereas (berhias), bungo cino, bungo pacik, dan barekam.