SOEHARTO DI BAWAH MILITERISME JEPANG

Pengarang: 

DAVID JENKINS

Penerbit: 

KOMUNITAS BAMBU

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

BSL - 922 (920-929)

ISSN/ISBN: 

979-3731-91-5

Jumlah Halaman: 
249

Kajian baru ini menguak tabir yang menyelimuti karir militer Soeharto selama masa pendudukan Jepang, memperjelas gambaran kesatuan yang membantu pembentukan sosok yang kelak menjadi Presiden Indonesia kedua itu. Pada 1942, setelah putus asa karena menganggur dan menutup-nutupi kenyataan bahwa dirinya adalah mantan anggota KNIL (Koninklijke Nederlandsch Indisch Leger), Soeharto bergabung dalam kesatuan kepolisian di bawah Jepang. Selama 12 bulan (bukan enam bulan sebagimana ditulis dalam biografinya) bertugas sebagai pembantu kepercayaan kepala polisi Jepang di Yogyakarta, ia mengamati perilaku arogan dan brutal para polisi Jepang. Kemudian Soeharto bergabung dalam Peta, tentara pertahanan sukarela Jawa. Ketika itu Jawa berada dalam cengkeraman kekejaman militerisme Jepang, dikuasai Tentara ke-16 AD yang mengeksploitasi pulau itu tanpa ampun, yang menuntut korban nyawa dan kesengsaraan rakyat yang begitu mengerikan. Soeharto muda yang begitu dipercaya karena ketekunan, kecerdasan, kecakapan, kepatuhan dan ketenangannya, mendapatan tugas-tugas yang sangat sensitif. Tetapi dia, seperti kawan-kawannya di Peta, sadar kembali dan marah atas kekasaran dan kekejaman Jepang.