SITUS LIYANGAN DAN SEJARAHNYA PERADABAN ADILUHUNG DI LERENG GUNUNG

Pengarang: 

SUGENG RIYANTO

Penerbit: 

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

INV - 930 (930-939)

ISSN/ISBN: 

978-602-19675-5-3

Jumlah Halaman: 
56

Setelah diteliti selama beberapa tahapan sejak tahun 2009, terungkap bahwa situs Liyangan dulunya adalah permukiman kuno. Bagian-bagian dari permukiman itu ditemukan dalam kondisi yang lengkap. Bagian-bagian penting yang menunjukkan sebagai permukiman meliputi 3 (tiga) area, yaitu hunian, pemujaan, dan pertanian. Selain lengkap, bekas-bekas permukiman Liyangan kuno juga sangat jelas wujudnya. Beberapa diantaranya bahkan hampir utuh, dapat diibaratkan seperti desa modern jaman sekarang. Permukiman kuno Liyangan tadinya tertutup oleh material letusan Gunung Sindoro kira-kira 1.000 tahun yang lalu. Selain itu, tentu saja semua benda dan bangunannya sudah sangat kuno, karena dibuat dan dibangun oleh warga masyarakat yang hidup disana lebih dari 1.000 tahun yang  lalu. Yang paling menonjol adalah peninggalan yang digunakan untuk pemujaan dan terbuat dari batu, seperti candi, petirtaan, batur dan arca yang menunjukkan latar belakang keagamaan Hindu. Keberagamanan temuan di situs Liyangan menunjukkan detail-detail sisa peradaban yanh terungkap sedikit demi sedikit melalui penelitian arkeologi. Detail-detail itu dapat dikelompokkan menjadi bagian-bagian yang menggambarkan wajah permukiman Liyangan kuno. Ibarat mosaik, bagian-bagian itu tumbuh dan berkembang dari abad ke-2 hingga abad ke-11, komplet meliputi bagian hunian, bagian pemujaan, dan bagian pertanian.