SISTEM SOSIAL ETNIK BUGIS DI BENGKULU DALAM PERSPEKTIF SEJARAH

Pengarang: 

JUMHARI, IIM IMADUDIN

Penerbit: 

BPSNT PADANG PRESS

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Bengkulu
Rak: 

SSO - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-979-9388-98-8

Jumlah Halaman: 
86

Proses migrasi orang Bugis di Bengkulu pada awalnya didorong oleh pecahnya konflik didistrik Wajo ( Sulawesi Selatan ) antara penguasa Benteng dengan Raja Tasuro, yang menyebabkan keluarga Daeng Marupa (adik penguasa Benteng) meninggalkan negerinya menuju Indrapura. Keberadaan orang-orang Bugis di Bengkulu semakin mantap setelah terjadinya jalinan kekerabatan dengan para kepala pribumi setempat. Mobilisasi orang-orang Bugis secara horizontal dijalin melalui sistem perkawinan dengan anak keturunan para kepala pribumi setempat. Dan secara vertikal diperoleh melalui berbagai jabatan politis yang strategis baik dibidang kemiliteran maupun dibidang adat. Dalam bidang kemiliteran elit keturunan Bugis tergabung dalam Korps Militer Bugis dengan jabatan sebagai Kapten Bugis, sedangkan jabatan lainnya seperti Penghulu Orang Asing, anggota Pangerasraad, Kepala Divisi dan lain sebagainya.